Saat malam membentangkan jubah hitamnya. angin sejuk dari utara semilir mengalir. aku terpekur dalam nestapa di kamarku. mataku berkaca-kaca. hatiku basah pikiranku bingung. apa yang sedang menimpa diriku. sejak awal ramadhan 1432 H, hatiku terasa gundah. wajah bersihnya, tak pernah hilang di pelupuk mataku saat ini. pandangan matanya yang teduh menunduk, membuat hatiku sedemikian terpikat. pembicaraan teman-teman tentang pemuda itu, semakin membuat hatikku tertawan. aku pernah menatap sekilas wajahnya dan mendengar tutur katanya. bahkan aku pernah mendengar tilawah qur'annya. tapi aku belum pernah emnyaksikan wibawanya. tiba-tiba air mataku mengalir deras. hatiku merasakan aliran kesejuakan dan kegembiraan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. dalam bathinku, ku berkata, "inikah cinta? beginikah rasanya? terasa hangat mengaliri syaraf. juga terasa sejuk di dalam hati. ya rabbi, tak bisa aku pungkiri lagi, bahwa aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama...........
you never know when the time come