Saat malam membentangkan jubah hitamnya. angin sejuk dari utara semilir mengalir.
aku terpekur dalam nestapa di kamarku. mataku berkaca-kaca. hatiku basah pikiranku bingung. apa yang sedang menimpa diriku. sejak awal ramadhan 1432 H, hatiku terasa gundah. wajah bersihnya, tak pernah hilang di pelupuk mataku saat ini. pandangan matanya yang teduh menunduk, membuat hatiku sedemikian terpikat. pembicaraan teman-teman tentang pemuda itu, semakin membuat hatikku tertawan. aku pernah menatap sekilas wajahnya dan mendengar tutur katanya. bahkan aku pernah mendengar tilawah qur'annya. tapi aku belum pernah emnyaksikan wibawanya.
tiba-tiba air mataku mengalir deras.
hatiku merasakan aliran kesejuakan dan kegembiraan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.
dalam bathinku, ku berkata,
"inikah cinta? beginikah rasanya? terasa hangat mengaliri syaraf. juga terasa sejuk di dalam hati. ya rabbi, tak bisa aku pungkiri lagi, bahwa aku jatuh hati pada hamba-Mu yang bernama........"
dan inilah untuk pertama kalinya aku terpesona pada seorang pemuda. untuk pertama kalinya aku jatuh dan mencinta. ya rabbi, ijinkanlah aku untuk mencintainya.
air mataku terus mengalir membahasi pipi. tiba-tiba aku teringat senyumannya. hatiku bebrunga-bunga. wajah yang tampan bercahaya dan bermata teduh itu, telah hadir di pelupuk mataku.
ya illahi, kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. engkau mengetahui atas apa yang menimpa diriku. aku tak ingin kehilangan cinta-Mu ya Allah. aku tak ingin menduakan-Mu. namun engkau juga tau, bahwa hatiku ini, tak mampu mengusir pesona ketampanan seorang makhluk yang engkau ciptakan.
saat ini, hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya, Illahi...
berilah lepadaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini.
ya Illahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhoi
aku serahkan hidup matiku untuk-Mu
Komentar
Posting Komentar